Kisah Teladan Nabi Ulul Azmi

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs. Al-baqarah: 30)

Manusia sebagai khalifah di bumi bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sesama hidup. Untuk itu, setiap perbuatan yang dilakukan harus baik dan kita harus mampu meneladani nabi dan rasul. Salah satu yang harus kita contoh dan teladani ada Nabi dan Rasul Ulul Azmi.

Apa sih pengertian Nabi Ulul Azmi?

Menurut Al-Alusi, dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani mengatakan bahwa nabi adalah seorang yang menerima wahyu dari Allah, untuk dirinya sendiri dan rasul wajib menyampaikan wahyu.

Kata Ulul Azmi secara bahasa yaitu pemilik keteguhan hati. Berikut beberapa Nabi Ulul Azmi:

1. Nabi Nuh

Nabi Nuh As merupakan nabi pertama yang memperoleh wahyu dan diwajibkan untuk menyampaikannya kepada para umatnya. Kemudian Nabi Nuh As mendapatkan gelar Ulul Azmi karena, ia memiliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa saat menyebarkan ajaran agama Islam.

Ibnu Katsir menulis kisah-kisah nabi dalam kitabnya Qishasul Anbiya. Nabi Nuh diutus kepada kaum Bani Rasib. Mereka menyembah patung atau berhala. Nabi Nuh disebutkan memiliki umur 980 tahun dan 500 tahun yang digunakan untuk berdakwah. Sayangnya hanya sedikit kaumnya yang mau mengikuti. Anaknya Kan’an dan istrinya Wali’ah pun turut membangkang. Hingga suatu ketika Nabi Nuh diutus untuk membuat kapal, sebagai tempat penyelamatan.

2. Nabi Ibrahim

Ada kisah-kisah teladan Nabi Ibrahim dalam menjalankan amr ma’ruf nahi munkar. Dan seperti yang kita ketahui bahwa Nabi Ibrahim As merupakan bapak atau ayah dari semua nabi. Nabi Ibrahim saat mengajak kaumnya, untuk meninggalkan berhala dan meminta menyembah Allah Swt. Nabi Ibrahim menyampaikan bahasa yang santun, meskipun Sang Ayah tidak mau mengikutinya.

Kisah selanjutnya, yaitu ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anak kesayangannya, Nabi Ismail. Namun, Nabi Ibrahim dengan sabar dan patuh melaksanakan perintah Allah. Akhirnya, diganti dengan domba.

3. Nabi Musa

Nabi Musa As lahir di saat kepemimpinan Raja Firaun yang kejam. Dan, atas dasar ramalan dari mimpi Sang Raja. Firaun menyuruh untuk membinasakan bayi laki-laki yang lahir saat itu. Ibu, Nabi Musa pun menghanyutkan bayinya di sungai Nil. Kemudian, Musa ditemukan oleh keluarga Firaun. Bahkan atas permintaan istrinya, Firaun mencari Wanita untuk menyusui anak temuannya itu. Atas izin Allah, Nabi Musa pun selamat dan kembali di susui oleh Ibunya.

Musa kemudian tumbuh cerdas dan tekun untuk berdakwah. Ia selalu berhadapan dengan para penyihir istana. Alhamdulillah, Allah berikan mu’jizat yang menyertainya. Hingga akhir dari perjuangan Nabi Musa adalah menyebrang laut merah dan pasukan Firaun binasa.

4. Nabi Isa

Kisah keteladanan Nabi Isa bermula saat belia lahir dari seorang yang masih suci bernama Maryam. Maryam dengan penuh kesabaran dan keikhlasan merawat Nabi Isa, diberikan kemudahan oleh Allah. Hingga, berhasil merawat Nabi Isa As dewasa. Kemudian, Nabi Isa diangkat menjadi Nabi pada usia 30 tahun bagi kaum Bani Israil.

Nabi Isa AS yang saat itu masih bayi mendapatkan mukjizat dari Allah SWT. Mukjizat tersebut adalah Nabi Isa AS bisa berbicara dan menjelaskan semua hal yang terjadi pada dirinya dan ibunya.

Kemudian, Nabi Isa AS mendapatkan gelar Ulul Azmi karena memiliki ketabahan dan kesabaran ketika menyebarkan ajaran Islam. Hal itu bisa dibuktikan ketika Nabi Isa AS dituduh menistakan kaum Yahudi. Kemudian murid dan umatnya berkhianat dan akan dibunuh oleh bangsa Romawi. Namun Nabi Isa masih tetap mendoakan mereka agar diberi petunjuk dan hidayah oleh Allah SWT.

Selain itu, mukjizat yang diperoleh Nabi Isa AS yang hingga kini cukup terkenal adalah kemampuannya menghidupkan lagi orang yang sudah meninggal. Orang tersebut dihidupkan lagi dengan bentuk hewan ataupun makhluk hidup yang terbentuk dari tanah liat. Kemudian, Nabi Isa AS juga bisa menurunkan makanan dari langit, serta mukjizat Nabi Isa yang paling besar yaitu Kitab Injil.

5. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah nabi serta rasul terakhir di muka bumi ini, sekaligus menjadi penutup nabi terdahulu. Nabi Muhammad telah dipilih Allah untuk menyempurnakan ajaran-ajaran agama Islam dan kemudian diberi mukjizat yang sangat luar biasa. Mukjizat itu adalah Al Quran, yang kini menjadi kitab suci umat Islam. Al Quran telah menjadi pedoman hidup umat Islam sampai sekarang.

Mukjizat selanjutnya yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW adalah ketika adanya peristiwa Isra’ Mi’raj. Dimana pada saat itu Rasulullah melakukan perjalanan menuju ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT. Kemudian dari peristiwa tersebut, turun perintah untuk melakukan sholat lima waktu, yang kemudian menjadi ibadah wajib bagi umat Islam.

Dakwah yang dilakukan Rasulullah tidak mulus, banyak rintangan yang menghampirinya seperti Nabi Ulul Azmi lainnya saat menyebarkan ajaran Islam. Rasulullah selalu mendapat cacian dan hinaan dari kaum Kafir Quraisy. Sebab mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan tradisi yang sudah ada.

Namun, Allah SWT selalu menurunkan pertolongan serta keselamatan untuk Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Dengan adanya kesabaran yang tiada batas dan ketabahan yang sangat kuat, maka Nabi Muhammad diberi gelar Ulul Azmi.

Comments are closed.